Tuesday, May 29, 2018

Penjualan motor naik sebelum lebaran, pabrikan happy leasing beda cerita


Bulan ramadhan apalagi menjelang lebaran biasanya penjualan motor melonjak dan petinggi pabrikan motor kipas-kipas uang. Tapi hal ini sebaliknya bagi pihak leasing atau kredit motor. Lho kok bisa bro? Bisa, soalnya sebagian besar motor yang di beli kan leasing atau kredit. Dan biasanya gak sediki cuma dp doang motor di pakai se'enaknya dan gak bayar bulanannya. Motor di tarik gak peduli soalnya motor sudah puas di pakai dan di pakainya gak wajar. Gak wajarnya di pakai dengan main betot gas dalam tanpa rasa ragu dan main kasar.

Otomatis kan jeroannya mulai aus walau masih baru. Jadi deb kolektor dapatnya walupun masih baru motornya sudah gak enak. Di jual pun sudah rugi banyak. Kalau gini gimana gak pusing leasingnya, ya kan. Risdiken pernah bahan ini sebelumnya, untuk lengkapnya bisa search di blog ini. Memang katanya ada tim yang nangani kasus ini dan lebih hati-hati dalam melakukan survey, tapi kok masih sering terjadi? Ya karena ada beberapa pihak yang sengaja melakukan pembiaran demi sama-sama dapat untung.

Pihak nakal ini lebih cerdas dalam mencari cela jadi gak heran praktek dp lali gak bayar seperti sewa motor terus terjadi. Dan gak sedikit pula motor di bawa kabur hilang entah kemana oleh pembelian secara kredit tadi. Kalau hilang pihak asuransi cenut-cenut, tapi kalau gak ya leasingnya karena motor yang di tarik rata-rata sudah aus part di pakai gak enak jualannya rugi. Salam bikers salam persaudaraan, apapun montor dan merknya bikers adalah saudara!

No comments: