Sunday, December 15, 2019

Pantai Goa China - Malang (yang ke 3 kali)


Beberapa minggu lalu Risdiken melakukan perjalanan ke pantai Goa China. Sebenarnya sudah cukup bosannya kesini aku karena sudah 2x kesini. Keindahannya sudah aku ekspos. Dan kata istriku pernah kesini setelah aku dia bilang jelek. Lah aku kesini duluan indah kok jadi jelek? Faktor-faktornya aku lupa yang di jelaskan istriku saat itu. Jadi ya makin gak mood kesini, toh banyak pantai Malang Selatan yang belum aku eksplor. Tapi karena kesini bareng-bareng yang tujuannya bukan eksplorasi keindahan pantainya melainkan bersenang-senang bersama keluarga ya apa boleh buat. 

Kamipun berangkat pagi, untung sudah ada tol jadi lebih cepat sampai tujuan gak sampai siang. Iya naik motor cepet, kalau mobil kan gak bisa karena kena macet. Akhirnya sampai sana Risdiken cukup terkejut. Bagian sebelah kanan yang dulu masih rungsep penuh tumbuhan dan rumput jadi lahan parkir mobil. Maklum parkiran perlu perluasan karena pengunjung makin tinggi. Sedangkan yang kiri kok malahan di tinggalkan oleh penjual. Segi keindahannya sih yang kiri pantai jauh lebih indah, tapi memang untuk berendam di pantai ya lebih asik sebelah kanan. 

Awalnya ya aku biasa saja soalnya ya sudah 3x terhitung sekarang sudah kesini. Senang-senang saja deh. Ya main-main dengan anak dan keluarga dan teman-teman lainnya. Eh pas mulai senggang anak bermain sendiri di jagain dan lainnya ngobrol dulu aku iseng lihat-lihat dulu deh barangkali masih ada sisi keindahannya. Setelah melihat sebelah kiri pantai wuiih still beautifull! jadinya risdiken teruskan explor nih, keindahannya yang dulu sudah kembali! Langsung deh gak banyak cing cong foto-foto aku. Di luar dugaan masih sangat indah dan malah lebih indah saat naik di bukit di tengah pantai. Kanan kiri pantas terlihat dari atas begitu indah. Dan laut lepas juga terlihat, asli mantul. Simak saja ya ulasanku di bawah ini beserta foto-fotonya. 

Parkiran saat bawa mobil sebelah kanan pantai sangat luas. dulu seperti gambar di bawah ini:
Dulu di penuhi Rumput dan tanaman pohonnya masih kecil banget. Buat orang camping asik, sekarang gak bisa pindah ke sebelah kiri lokasi campingnya. 


Aku teduhin mobilku biarkan gak panas ntar saat pulang. Biasanya kan pas pulang mobil kepanasan masuk juga panas. 



Si kecil bermain dengan Neneknya 😃


Nah yang sangat di nikmatin banyak orang sebelah kanan pantai rame. Asik memang di sini buat berendam di pantai daripada di sebelah kanan pantai. Gak heran parkir mobil pindah sini. 



Dari dulu sampai sekarang masih favorit sebelah sini buat berendam. Ingat berendam ya, jangan berenang apalagi terlalu jauh bisa terseret ombak. 



Rame tapi gak Seramai di pantai teluk Asmara. Jadi lebih bisa menikmati suasana. 







Ada tulisan dilarang mandi, memang sebenarnya kurus safety berenang di pabrik, tapi ke pantai gak berenang bagi sebagian orang gak afdol, jadinya gak di gubris. Ya harus lebih hati-hati saja. 






Sekarang ada tempat naik ke bukit/batu besar ini, dulu gak ada seperti gambar di bawah ini: 


Loket masuk untuk naik Rp. 10.000. Worted banget kok, Indah di atas sana. Sedangkan untung masuk Goa nya bayar sekarang Rp. 5.000 saja. 



Kanan naik tangga ke atas bukit batu, kiri ke goa Chinanya. Nanti Risdiken naik, gambar di bawah. 



Aaah rameee nih. 



Weleh-weleh ada yang mesraan nih wkwkwk. 


Dulu belum ada yang ini pas terakhir kesini dulu tahun 2012 silam. 





Nah hitam-hitam di pinggir pantai bukanlah sampah, melainkan rumput laut yang entah kenapa kok menepi di pantai semua. Pas ke Teluk Asmara juga terlihat seperti ini. 





Disini ternyata juga rame. Indah sih, dan juga ada batunya yang bikin orang senang sebelah sini. Ya seperti kolam bermain pas ombak gak ganas gini. 



Nah kan berendam di bebatuan pantai. 



View sebelah kiri pantai. 



Pulau yang menghiasi pantai Goa China. Dulu pertama lihat pantai Goa China dari jauh sebelum masuk pantai lihat pulau ini wahh kereen gitu. 




Air yang mengalir ke bawah batu pantai. 




Sekarang seperti gambar di atas, dulu seperti gambar di bawah ini:




Pulau sebelah kiri pantai terlihat airnya punya 2 warna. Biru dan satunya agak kehijauan. 




Sebelah kiri pantai. Lebih sepi dan tentu di pandang penikmat pemandangan lebih oke. 









Dari jarak lebih dekat kelihatan sepertinya yang warna agak hijau itu karena kedangkalan kedalaman pantainya. 



Makin sepi makin asik. 




Perahu ini terlihat berputar-putar mengelilingi pulau yang aku katakan tadi. 








Asli Risdiken cukup menikmati suasana di pantai Goa China ini. Sembari nostalgia dan menikmati keinkeindahan pantai ini. Endless beauty. 



Nah dari dekat terlihat kan yang warnanya biru muda atau agak kehijauan airnya dangkal. 







Batu pantai yang selalu di hajar ombak tak pernah gentar. 



Nah ini saat di hantam ombak. 









Mulai sepi






Tuh kan suepi cuma ada beberapa orang saja. Sudah banyak yang beralih ke kanan pantai semua. 



Toko yang menjual makanan sebelah kiri sudah di tinggalkan. Suepi poool. Camping di sini jadinya. Tapi sebelah kanan juga bisa sih soalnya di beri jarak lumayan jauh gak 100% parkiran semua. 





Entah kenapa kok di cor ya disini pantainya? 





Peringatan ombak ganas. 




Makin sepi sebelah sini, makin asik buat penikmat pemandangan yang indah nan sepi. 





Asli kelihatan kireinya. Gak rugi ternyata balik kesini kembali. 





Akhirnya kesempatan mumpung sepi Risdiken naik ke atas. Sebagian besar gambar di atas pakai HP (yang bentuknya gak terlalu memanjang). 



Ini Gerbang masuknya. 






Bila capek bisa istirahat dulu di rumah itu. Sebenarnya buat nginep seharus bisa ya hehe. 




Ada toiletnya juga (sebelah kiri gambar). 



Tempat duduk seperti ini banyak banget. 




Tuh banyak sekali. Apalagi buat Foto-foto juga oke. 





Sebelah kanan pantai dari atas puncak Dyana.





Orang-orang mandi di laut terlihat kecil banget. Dari atas keindahannya asli terasa banget. 




Batu besar terlihat dari sini. Batu/pulau sekitar pantai yang membuat view pantai ini sangat indah. 





Pulau ini terlihat begitu dekat dan indah. 




Aslinya indah banget dari atas. Sebelah kiri pantai mau aku foto juga dari sini karena viewnya indah eh ada org tua lagi Mesra-mesraan Risdiken gak nyaman akhirnya gak jadi memfotonya. 

Akhirnya selesai juga perjalanan Risdiken ke pantai gua china yang ke 3 ini. Awalnya remeh setelah lihat kembali ternyata begitu indah pantai ini. Dan setelah melihat kembali, ini pantai salah satu yang terindah di Malang Selatan. Menurutku pribadi bahkan lebih indah dari teluk asmara. Enaknya ke Goa China ini sekarang sudah gak seramai dulu karena aku lihat pantai teluk asmara pengunjungnya jauh lebih banyak, sedangkan disini gak begitu banyak. Untuk menikmati keindahannya pantai sangat banyak sekali spotnya. Paling oke sebelah kiri pantai dan naik ke Puncak Dyana. Apalagi camping juga oke. Mungkin sudah banyak yang kesini jadi kurang ramai, sedangkan teluk asmara masih lebih fresh walau masih indah pantai Goa China ini, jadi rame. Sewa tikar untuk berteduh jugak lebih murah selisih Rp. 10.000 daripada teluk asmara. Nilai plus lagi sampah gak ada disini, jadi asli sudah di perhatikan kebersihannya sehingga keindahan pantai tetap terjaga. Sampai jumpa di perjalanan Rusdi berikutnya. My trip its my life! 

No comments: