Thursday, January 21, 2016

TVS lone warrior dari India di indonesia. walau banyak raksasa pabrikan jepang gak gentar. Apache RTR 200 4V sebagai bukti


aku sangat salut pada pabrikan asal India yang pantang menyerah TVS. walau pabrikan jepang begitu mendominasi dan mengintimidasi tapi TVS gak gentar. walau penjualan perbulan jauh lebih sedikit dari pabrikan jepang lainnya tapi TVS terus maju dan gak putus asa. makanya patut di acungin jempol. saat pabrikan asal India lainnya mundur, TVS tetap berusaha bertahan. gak cuma bertahan kini pabrikan asal India ini berusaha maju dengan merilis motor terbaru mereka Apache RTR 200 4V bermesin 200cc. 

walau aslinya motor ini pengapian karburator di India sana tapi di Indonesia TVS membuatnya menjadi injeksi. walau penjualan di sini kurang menggembirakan tapi masih sudi melakukan ubahan ini, beneran patut di acungi jempol. motor ini cocok buat bikers yang ingin motornya gak terlalu umum karen CB 150 & Vixion sudah banyak di jalan. dari segi handling dan performa juga sudah bagus menurutku dari ulasan Wak Haji tmcblog.com. top speed standard bisa tembus 135km/h menurutku sudah sangat bagus asal akselerasinya cepat.

model menurutku sudah cukup keren walau masih ada sisi kurangnya. kemudian performa juga sudah cukup oke untuk motor 200cc SOHC. harga juga mepet-mepet dengan Vixion dan CB walau secara performa lebih sip karena kubikasi lebih besar. jadi motor ini secara keseluruhan sebenarnya sudah oke, tapi yang bikers Indonesia bisa menghindari motor ini dari sisi sparepart & servicenya karena dealernya jarang itu saja. kalau masalah jual kembali itu nomer 2 atau lebih karena pembeli motor sport sebagian gak terlalu perduli dengan hal itu karena belinya dengan pasion bukan karena untuk operasional saja. 

kualitas material gimana? menurutku sama saja dengan motor-motor jepang walau harga bisa di bilang sangat memepet dengan motor jepang walau kubikasi 200cc dan spesifikasi juga gak mengecewakan. mungkin sahabat bikers ada yang meragukan tapi aku tetap berpendapat begitu karena aku tau sendiri beberapa brand jepang yang terkenal malah bahan materialnya ada yang gak bagus. contoh aku punya motor merk A, 3 tahun kurang aku rawat tapi knalpot gak ada taiyengnya, sedangan saudaraku baru beli motor baru belum setahun merk B sudah ada taiyengnya di bagian dalam kanlpot padahal ini brand terkenal dan motornya di rawat dengan extra. jadi masalah material menurutku 11-12 nih. salam bikers salam persaudaraan, apapun motor dan merknya bikers adalah saudara!

gambar dari tmcblog.com 

No comments: