Thursday, March 14, 2019

Perjuangan Kawasaki dengan Suzuki sama-sama berat


Risdiken lihat makin hari pasar sport menurun padahal kawasaki dan suzuki sama-sama serius di segmen ini. Kawasaki memang dari dulu di dunia sport terutama yang kelas premium (mewah) karena kawasaki identik dengan motor yang prestisius contohnya ya Ninja 250 Fi. Mereka gak bodoh cuma berani ngandalin Ninja doang, apalagi sejak Ninja 2 stroke di stop. Akhirnya menutar otak jualan motor sport genre lainnya ya lahirlah W175, sebelum itu juga ada yang 250cc lupa risdiken namanya. Dan itu gak sia-sia. Penjualan Ninja surut motor ini yang gantikan jadi tulang punggung gantikan Ninja 250. 

Selain w175 KLX 150 juga nyumbang besar. Kedua motor ini sekarang andalan kawasaki dalam jualan motor sport yang mulai berkurang peminatnya. Bahkan untuk genjot Penjualan mereka diskon Ninja RR mono 250cc harga 150cc biar lebih laku. Begitu juga dengan suzuki, mereka terjun ke pasar motor sport 150cc saat sudah gak terlalu wah pasarnya. Memang cukup membantu GSX-R150, tapi tentu gak bisa terlalu banyak dan itupun dengan kerja sangat keras karena keterbatasan dealer yang makin dikit. 

Apesnya lagi saudara GSX-R150 saudaranya kurang laku di pasaran, gak berhenti di situ, mereka rilis lagi Bandit 150 agar lebih baik penjualan motor nakednya, tapi entah berhasil apa gak karena data AISI sudah gak blakan seperti dulu lagi. Kedua pabrikan ini risdiken lihat cukup berjuang padahal kelas yang di perjuangankan mulai berkurang sejak ada maxy scooter. Perjuangan yang sama-sama beratnya karena berusaha berjuang di saat pasar sport mulai lesu. Salam bikers salam persaudaraan, apapun motor dan merknya bikers adalah saudara! 

No comments: