Tuesday, June 11, 2019

Oktan lebih tinggi performa lebih oke benar, kalau makin irit benarkah begitu?



Risdiken sebenarnya bingung dengan bbm di negri ini yang Risdiken coba rasakan sendiri selama ini. Ada istilah makin bagus makin oktan bbmnya makin bagus pula performa motornya. Itu benar kok Risdiken dari dulu nyoba memang demikian. Antara premium dan pertamax kerasa bedanya. Tapi terkadang motor biasa ada yang gak bisa makan bbm oktan terlalu tinggi seperti honda Blade 125 saudaraku kalau nenggak pertamax turbo malah mbrebet dan performa kurang oke jadi terpaksa pakai pertamax maksimum oktannya, padahal blade 110 miliknya dulu pertamax plus (sebelum jadi turbo) fine-fine saja. Dan motor jadul juga rata-rata premium bila di kasi pertamax juga brebet motornya. Tapi secara keseluruhan pastinya lebih bagus oktannya ya lebih oke performanya. Tapi untuk lebih irit Risdiken bilang belum tentu. Soalnya apa yang Risdiken rasakan beda lho. Dulu pakai motor bebek pakai pertamax memang lebih irit daripada pakai premium faktqnya (saat pertalite belum ada), eh pakai vario yang 150 sekarang Risdiken pakai ini malah makin bagus oktannya memang performa gak bohong tapi kok makin boros. Memang selama ini Risdiken isi vario 150 gak pernah premium atau pertalite. Tapi sesekali terpaksa isi karena keadaan di mana saat bbm habis ternyata adanya pertalite. Dan aku rasakan ada yang aneh. Performa memang turun, tapi tarikan gas sama kok lebih irit? Ini terbalik dengan pakai vario 125 punyaku dulu. Performa lebih oke dan juga lebih irit. Kasus seperti vario 150 Risdiken gak cuma pada vario 150 punyaku saja, motor lainpun yang aku coba juga begitu. Akame (R25) Risdiken dulu begitu, awalnya yah pertamax biasa saja lah padahal CBR250R Risdiken dulu pertamax plus terus wkwkwkwkwk. Maklum kebutuhan keluarga cukup banyak dan saat itu profit pas nipis-nipisnya. Eh pas ada rejeki lebih aku akhir isi turbo terus, hmmm performa beda eh tapi lebih boros! Ya untuk motor 250cc ke atas wajar sih ya karena sport gak kaget butuh bbm lebih sempurna agar performa lebih baik dan serapan bbm lebih boros. Soalnya setting boros biar oke tarikan motornya dengan oktan tinggi proses lebih oke penyaluran bbm lebih cepat jadi lebih cepat habis. Kalau Risdiken coba di 250cc ke bawah gak seperti itu. Jadi bbm lebih tinggi oktannya gak jaminan lebih irit juga konsumsi bahan bakarnya. Ya ada uang begitu tapi gak semua motor. Malahan motor keluaran terbaru sepertinya lumayan banyak yang makin tinggi oktannya gak makin irit. Dan motornya sama eh konsumsi bahan bakarnya beda, ini yang bikin mumet wkwkwkwkwk. Sahabat bikers sekalian ada opini? Silahkan ya di share. Salam bikers salam persaudaraan, apapun motor dan merknya bikers adalah saudara! 

No comments: