Thursday, January 23, 2020

Keadaan Cangar terbaru 2020 awal tahun, sebentar lagi ke Cangar Bayar?


Bagi kalian yang ingin tau suasana terbaru Cangar awal tahun 2020 adalah pilihan tepat buka postingan ini karena Risdiken memperlihatkan foto-foto suasana di sana saat ini. memang sebenarnya foto ini di ambil 2 hari sebelum hari natal, tapi sama saja kok, minggu kemaren Risdiken juga kesana gak ada yang berubah jadi gak masalah kan. jadi minggu kemarin cuma merekan di Gopro saja. di sini Risdiken gak eksplor full ya sebagian saja. lain kalu kalau memungkinkan akan aku buatkan yang full.


suasana di Sawah setelah tanjakan terakhir. salah satu paling populer ya disini. saat itu belum hari libur jadi sepi banget. mantap jiwa deh pokoknya.



seperti yang Risdiken katakan sebelumnya sedang di bangun sesuatu yang sepertinya tempat wisata baru untuk foto-foto di sawah yang indah. semoga ada lokasi parkirnya sendiri karena biasanya kalau mobil yang berhenti makan banyak tempat. keindahan cangarpun di lokasi ini jadi kurang enak di jadikan foto karena terlahang mobil.



nah kan sedang di bangung sampai lumayan jauh.



suepi gini enak ya buat nongkrong makan-makan. dulu gak jarang lho 1 keluarga yaitu ayah, ibu san anaknya berteduh sambil pasang tikarnya untuk duduk seperti piknik dan makanmakan di sana. biarpun pinggir jalan tapi suasananya oke jadi gak masalah.





sedang mendung dan mulai grimis, tapi asli suka Risdiken suasana yang seperti ini.




nah ini di tanjakan terakhir, Risdiken kembali turun untuk pulang.



nah di bawah jembatan jepret ir mengalir yang ke air terjun Watu Ondo.




jembatannya sueepii. biasanya full motor nongkrong disini.




Jembatan satunya terlihat. entah disinikah tempat yang di katakan angker itu? Risdiken ini sering ke Cangar tapi ya gak ngerti yang begituan untungnya. padahal gak sedikit yang penampakan bila malam. Risdiken 2x malam hari lewat sini alhamdulillah aman.



sueger kan suasananya. pertama kali kesini bikin takjub.



nah ini mengalir ke Coban Watu Ondo. lokasi di bawah jembatan tepat.



akhirnya foto-foto singkan sampai disini dulu ya. keindahan cangar sejujurnya gak seperti dulu saat jalannya masih gak seluas sekarnang. pinggir jalan ada air mengalir cukup jernih, bisa untuk emmbasuh muka sueger sekali. bahkan ada air hangat di sungai untuk di nikmati, sayang sekarang sudah hilang sungai kecil pinggir jalannya dan di pagar sungai air hangatnya.masih indah tapi ga seindah dulu. apalagi mobilpun mulai banyak yang kesini untuk jalan pintas jadinya ya agak beda lah. dan sepertinya ada gapura di cangar perbatasan Mojokerto ke Batu yang sepertinya bila lewat bayar dan arah sebaliknya dari Batu ke Mojokerto. kok tau kalau bayar? ya seperti loket pembayaran ke tempat wisata sih jadi aku berpikir gitu. 

Cangar ramai karena pemandangannya indah plus suasananya sejuk dan untuk kesana cuma di pinggir jalan sudah asik karena viewnya di pinggir jalan seluruh wilayah cangar itu sendiri. satu hal lagi yaitu karena cukup modal bensin sudah bisa menikmati keindahan itu gak perlu bayar lagi jadi sangat ramai. wisata baru juga sangat ramai di sana. kalau nanti full keliling cangar bayar ya menurutku sangat di sayangkan. wisata alam yang indah yang dari dulu gratis kini harus bayar. mungkin tarifnya relatif murah, tapi menurutku terlalu sih, jalan biasa di tarik biaya. kan tujuan utamanya dulu itu jalan di buat biar gak muter terlalu jauh ke Batu & Malang dari Mojokerto dan arah sebalikanya. 

jadi kalau mau cepet lewat saja ke cangar, cuma nilai plusnya kan jalan menysuri pegunungan jadi lewat kesana terlihat view indah ya sudah sewajarnya jalan semua sisi terlihat indah. nah kan itu cuma jalan biasa bukan jalan tol. cuma jalan lain atau bahkan jalan desa, kenapa di komersilkan? itu yang sangat di sayangkan. karena itukah jalannya semua di perbaiki terus menerus di Cangar Wilayah Mojokerto & Batu? ya kalau infrastrukur sih sudah kewajiban ya di bikin sebaik mungkin kan kita bayar pajak, kalau di tarik juga menurutku kurang oke sih. tapi masih belum di tarik biaya kok. entah kapan itu akan terjadi. kalau

No comments: