Friday, November 8, 2019

Beli motor bekas = judi?


Di dunia permotoran pasti gak asing dengan nama motor bekas. Lah orang bosen tinggal jual saja ke penada motor (bukan kita curian ya) nanti jual lagi di showroom atau sekarang lebihh ke media sosial lebih cepat. Gak perlu tempat strategis, barang yang di tawarkan ada yang ingin lihat tinggal cod di tempat yang telah di tentu, cocok bayar gak cocok ya sudah. Nah barang bekas itu gak selalu bagus, karena pemakai sebelumnya kita kan gak tahu bagaimana? Kalau masih oke sih luar dalam gak masalah, kalau luar oke dalamnya bobrok ya sama saja kena jebakan batman. Gak masalah bila aslinya gak enak motornya di restorasi jadi enak, di pakai konsumsi motor bekas jadi puas. 

Masalahnya adalah bila cuma poles body saja, mesin bobrok untuk atik dikit biar kelihatan enak sebentar setelah bawa pulang kecewa deh pembelinya. Jadi motor bekas itu 50-50. Soalnya body mulus bukan acuan. Mesinnya halus juga ragu takut cuma pas di coba saja dan bawa pulang beberapa hari sudah bermasalah. Susahnya beli motor bekas di sini. Jadi sama seperti berjudi dong? Bila gak kebetulan bisa rugi? Motor bekas memang sangat value for money banget. Dengan motor baru kadang ada yang selisih sampai 50% dengan harga barunya. Tapi bila sampai salah pilih kita yang rugi ternyata banyak yang harus di betulin. Ya dikit-dikit sih gak masalah, kalau banyak ya rugi kan. 

Paling tidak kita bawa orang ngerti mesin lah bila beli bekas, biasanya ngerti ada yang gak enak atau gimana walaupun sudah di sembunyikan. Ya gak selalu sih ngerti, contohnya bila di isi oli pisang di blender mesinnya jadi hapus kan baru sulit deteksi, tapi paling gak kita sudah berusaha. Jadi bila beli motor bekas sama saja judi nih? Iya karena ada unsur taruhannya. Tapi bukan ada niatan judi dalam artian negatif seperti taruhan duit dan togel dll, so gak masalah. Lebih waspada saja daripada kena jebakan betmen. Salam bikers salam persaingan, apapun motor dan merknya bikers adalah saudara! 

No comments: